Sabtu, 18 Januari 2014

Hak Seorang Muslim dan Persaudaraan


Hadith berikut ini menjelaskan tentang masalah persaudaraan dan hak sesama Muslim. Hadith yang diriwayatkan oleh sahabat Abū Hurairah r.a. ini dicatat oleh Imam Muslim dalam kitab al-Sahīh, Rasulullah s.a.w. bersabda :

لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَنَاجَشُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنْ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

Maksudnya: “Jangalah kalian saling hasad, janganlah kalian menawar barang dengan maksud supaya ada orang lain yang menawar dengan harga lebih tinggi, janganlah kalian saling memarahi, janganlah kalian saling memalingkan muka, janganlah kalian membeli barang yang sedang ditawar oleh orang lain, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain, ia tidak boleh menganiaya saudaranya, tidak boleh berbohong kepadanya, tidak boleh merendahkannya, Ketakwaan berada di sini (Rasul menunjuk ke arah dadanya tiga kali). Cukuplah kejelekan seseorang apabila ia menganggap rendah saudaranya yang Muslim. Harta, darah dan kehormatan seorang Muslim haram (tidak boleh dilanggar) oleh seorang Muslim lainnya."



Sumber : http://akhlakrasulullahsaw.wordpress.com/2012/03/15/persaudaran-dan-hak-sesama-muslim/

Jumat, 17 Januari 2014

Akhlaq Rasulullah Shallahu Alihi Wasallam


Imam al-Bukhārī dan Muslim meriwayatkan:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ دَخَلَ عَلَيْهَا وَعِنْدَهَا جَارِيَتَانِ تُغَنِّيَانِ وَتُدَفِّفَانِ وَتَضْرِبَانِ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَغَشٍّ بِثَوْبِهِ فَانْتَهَرَهُمَا أَبُو بَكْرٍ فَكَشَفَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ وَجْهِهِ فَقَالَ دَعْهُمَا يَا أَبَا بَكْرٍ فَإِنَّهَا أَيَّامُ عِيدٍ

Maksudnya: “Diriwayatkan dari ‘Ā’isyah bahwa pada suatu hari, Abū Bakar menemui ‘Ā’isyah, ketika itu ia bersamadua hamba sahaya perempuan yang sedang bernyanyi sambil memukul rebana, padahal waktu itu Rasulullah s.a.w.  sedang tiduran denganl menutup tubuhnya. Abū Bakar membentak kedua hamba sahaya perempuan tersebut, kemudian Rasulullah s.a.w. membuka kain yang menutup muka Beliau dan berkata: “Biarkan mereka berdua wahai Abū Bakar, kerana hari ini adalah hari raya”” (Muttafaq ‘Alaih).