dailyhadith2013 - JAKARTA -- Penasehat Senior Advisor on
Kustice Governance di Kemitraan (Partnership), Laode M Syarif menyatakan
sangat prihatin, putus asa, sekaligus kecewa dan semuanya bercampur
baur, terhadap tertangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil
Mochtar oleh KPK.
Laode mengatakan, tidak ada lagi harapan bagi bangsa ini dimana MK dan pimpinan MK sebagai garda bangsa lembaga tertinggi hukum di negara ini, malah kedapatan tertangkap KPK dalam dugaan kasus suap.
Pimpinan KPK, kata Laode, diibaratkan nabinya umat dalam sebuah agama. Tapi ternyata kedapatan tertangkap tangan menerima suap. Laode mengibaratkan penangkapan Akil seperti ketua kpk ditangkap tangan korupsi.
"Saatnya bangsa ini menaikkan bendera setengah tiang," katanya saat dihubungi ROL, Rabu (2/10) malam.
Sebelumnya KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) lima pelaku dugaan suap, Rabu (2/10) malam. Pelaku ditangkap di kawasan perumahan dinas menteri, di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan.
Dugaan ini menyusul datangnya lima mobil penyidik KPK yang menggelandang sekitar lima orang pada pukul 21.50 WIB. Beberapa tim penyidik datang dengan mobil berlainan. Salah satu mobil adalah Avanza silver B 1811 UFU yang terlihat membawa seorang pria yang mengenakan kemeja berwarna putih dan kaca mata. Diduga kuat pria itu adalah Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. Satu lainnya diketahui anggota DPR dari Fraksi Golkar berinisial CN.
Sumber : Republika.co.id
Laode mengatakan, tidak ada lagi harapan bagi bangsa ini dimana MK dan pimpinan MK sebagai garda bangsa lembaga tertinggi hukum di negara ini, malah kedapatan tertangkap KPK dalam dugaan kasus suap.
Pimpinan KPK, kata Laode, diibaratkan nabinya umat dalam sebuah agama. Tapi ternyata kedapatan tertangkap tangan menerima suap. Laode mengibaratkan penangkapan Akil seperti ketua kpk ditangkap tangan korupsi.
"Saatnya bangsa ini menaikkan bendera setengah tiang," katanya saat dihubungi ROL, Rabu (2/10) malam.
Sebelumnya KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) lima pelaku dugaan suap, Rabu (2/10) malam. Pelaku ditangkap di kawasan perumahan dinas menteri, di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan.
Dugaan ini menyusul datangnya lima mobil penyidik KPK yang menggelandang sekitar lima orang pada pukul 21.50 WIB. Beberapa tim penyidik datang dengan mobil berlainan. Salah satu mobil adalah Avanza silver B 1811 UFU yang terlihat membawa seorang pria yang mengenakan kemeja berwarna putih dan kaca mata. Diduga kuat pria itu adalah Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. Satu lainnya diketahui anggota DPR dari Fraksi Golkar berinisial CN.
Sumber : Republika.co.id
| Reporter : Maman Sudiaman | |||||
| Redaktur : Karta Raharja Ucu |






0 komentar:
Posting Komentar