Kamis, 03 Oktober 2013

Mahfudzhot kelas 1 Part - 1



   


    مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ
1.     Siapa berjalan pada jalannya sampai.
Keterangan : maksudnya adalah barang siapa yang berjalan pada jalur yang benar-benar sesuai dengan apa yang ingin di capai, maka sampai lah ia pada tujuannya.
Himah : Maka barang siapa yang ingin mencapai pada impiannya maka pekerjaannya harus sesuai dengan apa yang ingin ia capai.

2.             مَنْ جَدَّ وَجَدَ


2. Siapa bersungguh-sungguh, mendapat.
Keterangan : Barang siapa yang bersungguh-sungguh dengan apa yang diinginkan maka dapatlah ia.
Hikmah : bukan hanya parang yang tajam yang bisa memotong batang pohon yang besar tapi parang tumpul pun dapat memotong asalkan bersungguh-sungguh.


3.             مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ


3. Siapa yang sabar beruntung.
Keterangan : Barang siapa yang dapat bersabar atas segala seseuatu maka amanlah ia dari kecelakaan karna kecerobohan dan ketergesa'annya.
Hikmah : Jika ingin beruntung dalam suatu pekerjaan ataupun masalah apapun bersabarlah dan mintalah "pertolongan" kepada Allah SWT.


 

4.             مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ


4. Siapa sedikit kejujurannya, sedikit temannya.
Keterangan : Sesiapa kebiasaannya berbohong sehingga tertupi kejujurannya, maka sedikitlah yang ingin berteman dengannya.
Hikmah : Kejujuran adalah modal utama untuk mendapat kepercayaan seseorang, maka berkatalah jujur dan tinggalkan perkataan dusta meskipun hanya selingan/candaan.



5.             جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ


5. Pergaulilah orang yang punya kejujuran dan ketepatan janji.
Keterangan : Bersahabatlah dengan orang-orang yang punya kejujuran dan selalu menepati janjinya.
Hikmah : akhlaq yang terpuji menular dan akhlaq yang buruk pun menular, maka perbaikilah pergaulan dan janganlah bersahabat dengan orang yang buruk perilakunya sedangkan kamu tidak dapat merubah perilaku orang buruk tersebut.




6.             مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ



6. Kecintaan teman itu, tampak pada waktu kesempitan.
Keterangan : saat seseorang sedang kesulitan maka teman yang mecintainya adalah yang setia membantu dan memikul kesulitannya sampai hilang kesulitan temannya.
Hikmah : jadilah teman yang dicintai dan mencintai temannya Karna Allah, niscaya akan tumbuhlah cinta sejati.


 

7.             وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ



7. Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan.
Keterangan : Ikhtiar (Usaha), Doa dan Tawakkal kepada Allah adalah satu kunci untuk mendapat kenikmatan yang sesungguhnya.
Hikmah : janganlah berleha-leha karena kenikmatan itu disaat seseorang bersungguh-sungguh untuk mencapai tujuannya dan ia mendapatkannya karena kesungguhannya.


Sumber : dailyhadith2013.blogspot.com
Pensyarah : Muhammad Nasrullah / nas.lima5@gmail.com

0 komentar: